Your Brain: Smart, Intelligent or Genius?

Juli 15, 2016


Halo, aku kembali setelah sekian lama hiatus. Hari ini adalah D-3 ketemu dedek emesh(?)/plak/Aisha lebay/ oke maaf, maksudnya D-3 masuk semester baru. Buat aku adalah masuk kelas 8, buat kalian mungkin masuk SMP/SMA baru, dll. Nah, di hari-hari 'akhir' liburan ini, aku memutuskan untuk nulis blog lagi. Pagi-pagi lagi, yeah, kata orang pagi hari itu adalah saat-saat yang tepat untuk 'melakukan sesuatu yang berguna.' Katanya ya, KATANYA.

Well, I have to admit that.

By the way, hari ini aku akan membahas sebuah topik dengan judul Your Brain: Smart, Intelligent or Genius? topik yang aneh? Well, I don't think so. Sebenarnya aku jarang nge-post bukan karena males tapi karena gak ada topik, tapi akhirnya aku berhasil menemukan topik baru ini. Kali ini aku membahas perbedaan pintar, cerdas dan jenius.

Tapi sebelumnya, ada beberapa 'warning' perlu dibaca:
(1) I may not a sarcastic gurl, but sometimes I use sarcasm. (2) Ussualy I use 2 languages (Indo-Eng). (3) No offense please, it just for fun. (4) Sometimes I use a 'long-sentence'. Oh, and also, (5) I had a very very bad grammar (well, at least, I think so) so be patient with me
Sebelum kita analisis(?) perbedaan di antara ketiga hal di atas, we hate to admit that baik pintar, cerdas maupun jenius sama-sama kata yang merujuk ke keadaan di atas rata-rata. Biasanya di anggap sebagai kata sifat. Ini gak salah, emang bener kok. Tapi ketiga kata sifat di atas punya arti yang sedikit berbeda (dalam artian, mereka bukan sinonim). Sayangnya, orang-orang kadang menyepelekan hal ini. Banyak orang yang berpikir bahwa orang pintar pasti cerdas, orang cerdas pasti jenius, dan semacamnya. Nah, karena itulah kita di sini akan menganalisis perbedaan di antara tiga kata sifat tersebut.

  • PINTAR (Smart)
Kita mulai dari yang pertama dan yang paling mendasar: pintar.

"Wah, si A pintar ya. Dia bisa nyelesaiin soal itu dengan mudah."
"Si B juara kelas lagi, dia pintar ya."
"Si C pintar banget, dia menang olimpiade ini di ini dapet juara ini."

Kalian pasti gak asing dengan kalimat-kalimat di atas, kan? Yap, ketiga kalimat di atas menggunakan kata pintar yang ditujukan untuk memuji orang. Kalau kalian denger kalimat-kalimat itu, pasti yang kalian pikirkan adalah: si A/B/C itu punya otak yang luar biasa (pintar). Kalian gak salah kok, emang bener. Biasanya, orang-orang yang disebut 'pintar' emang punya otak 'luar biasa.'

Tapi kalian gak sepenuhnya bener juga. Like what I've said before, pintar di sini adalah yang paling mendasar. Jadi sebenarnya, apakah pintar itu? Menurutku, pintar jelas satu atau dua tingkat di bawah cerdas dan jenius. Pintar adalah kemampuan yang memerlukan proses, perlu belajar, perlu waktu. Jadi yang namanya pintar gak langsung begitu aja muncul. Harus belajar dulu untuk bisa jadi pintar dalam suatu bidang.

Kesimpulannya, pintar adalah keadaan otak 'luar biasa' yang membutuhkan proses. Orang pintar dapat dibentuk dari nol asal rajin belajar. Maka dari itu, siapapun bisa menjadi orang pintar.

  • CERDAS (Intelligent)
Berikutnya, satu tingkat di atas pintar ada cerdas. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata cerdas? Orang yang pintar? Orang yang lebih pintar dari 'orang pintar'?

Dalam beberapa titik, orang-orang suka salah kaprah dengan yang namanya cerdas. Banyak orang yang menyamakan cerdas dan pintar. Sebenarnya ini gak sepenuhnya salah, tapi gak sepenuhnya bener juga. Harus kalian ketahui, orang cerdas kadang berbeda dengan orang pintar. Lalu, apa sebenarnya orang cerdas itu?

Bisa dibilang, orang cerdas adalah orang yang memang pintar dan mampu menyelesaikan masalah tanpa harus belajar dulu. Beda dengan orang pintar yang butuh proses, orang cerdas ini memang 'udah pintar dari sananya.' Gampangnya, kecedasannya memang udah keturunan.

  • JENIUS (Genius)
Beberapa orang (termasuk aku) pasti udah merasa tahu apa arti jenius itu. Kalau kalian menganggap bahwa jenius adalah orang yang luar biasa pintar, maka harus kukatakan bahwa kalian BENAR!

Mari kita ambil contoh yang pastinya udah kita kenal, Albert Einstein. Kita mengenalnya sebagai orang yang sangat amat pintar, ilmuwan serta ahli fisika. Benar bahwa otak Einstein mencapai tingkat jenius. Jika tidak, mana mungkin namanya bisa terkenal hingga saat ini. Lalu apa yang membuat Einstein dikatakan jenius? Tak lain dan tak bukan adalah pemikirannya.

Orang jenius adalah orang yang spesial di antara kita semua. Ia dianggap punya kecerdasan luar biasa yang bahkan sampai di luar nalar. Ada yang bilang jenius dan gila itu bedanya tipis. Well, actually I think so. Persamaan di antara keduanya adalah: mereka sama-sama tak dapat dimengerti oleh orang lain. Kenapa bisa begitu? Karena frekuensi otak mereka berbeda dengan orang biasa. Maka dari itu, jika kalian melakukan hal-hal di luar kebiasaan (aneh) maka kalian akan disebut gila. Padahal masih ada satu kemungkinan lain: kalian bisa saja melakukan hal-hal aneh itu karena jenius, bukan karena gila.

Letak perbedaan orang jenius dan gila adalah pada kesadarannya. Orang gila (hilang akal) melakukan hal-hal aneh tersebut di luar kesadaran mereka, mereka melakukannya tanpa tujuan, tapi akan memberontak jika ada sesuatu yang menghalangi mereka. Sementara orang jenius melakukannya dengan penuh kesadaran dan mereka tentu tahu apa yang mereka inginkan atau apa tujuan melakukan itu.

Dari beberapa artikel yang kubaca, orang jenius katanya tidak begitu memperhatikan penampilannya. Yah, kalau aku lihat foto Einstein di atas, aku harus setuju. Bukan bermaksud menyinggung, tapi sepertinya ini memang benar. Aku punya guru yang penampilannya cukup berantakan. Eh, bukan, sebenarnya lebih ke 'rambut yang berantakan.' Yap, rambutnya selalu berantakan. But you know what, she is really a genius (well, at least I think so). Jadi kalau kalian bertemu orang yang berkelakuan aneh, penampilannya serampangan maka akan dua kemungkinan: dia itu orang jenius kayak Einstein atau dia orang gila ._.

Jadi, setelah pembahasa di atas, kalian tentunya bisa membedakan mana pintar, cerdas atau jenius 'kan? Bisa kusimpulkan bahwa orang pintar ada banyak di dunia ini. Jika kalian mau belajar keras dan tekun, kalian tentunya bisa jadi salah satu dari orang pintar itu. Sementara itu, orang cerdas adalah yang memang udah pintar dari lahir. Dan orang jenius adalah si orang spesial yang sulit dimengerti tapi otaknya, however, brilian!

Kalau kalian tanya aku ini jenis orang apa, aku mungkin akan memilih pintar. Yah, aku bukan pelajar yang terlalu 'keras' tapi dalam beberapa pelajaran (bahasa, sejarah, everything that use memory to learn) aku cukup mahir dan aku menguasai 'bidangku.' However, I won't call myself smart as well. Karena aku ini anaknya malesan XD

Tapi yang harus kalian ingat adalah, bahwa tidak ada orang di dunia ini yang bodoh. Allah tidak menciptakan manusia tanpa tujuan dan semua manusia pintar dalam hal yang berbeda-beda. Hanya cara kita menangan dan mengembangkannyalah yang berbeda.

Nah sekarang, giliran aku yang bertanya pada kalian, termasuk jenis apakah kalian?
Pintar, cerdas atau mungkin... jenius?

Source:
kaskus thread
www.mushlihin.com
Ditulis ulang oleh: Aisha

You Might Also Like

6 comment[s]

  1. sama dong aku anaknya males banget disuruh belajar XD kecuali pelajaran yang kusukai sama yang mudah
    izin share kak :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, kan? Hehe.
      Sip sip, silahkan di-share. Jangan lupa kredit link hidup ke blog ini + namaku ya ^^

      Hapus
  2. Can you be all 3? Hahaha.

    BalasHapus
  3. nyahahahaha aku jg males banget belajar dah tp mau gak mau harus -_-

    BalasHapus
  4. terus cara ngeliat kita sendiri pintar,cerdas atau jenius gimana?soalnya aku gak mau ngaku pintar cerdas atau jenius.dari psikotes?oh iya salam kenal aku allena

    BalasHapus